Friday, 25 November 2011

Pergi. . .

Dalam bnyak2 lagu, ada 1 lagu yg paling aku suka. yg btol2 memberi makna dan terkesan dlm hati aku. wp lagu ni dh lma tp tetap baru di hati aku. . awesome!! ini je yg bleh ku katakan, perggghhhh. . bila dgr je sungguh syahdu. . nk meleleh air mata pon ada.. sedih....huhu..  kalau la suara aku sdp n aku pndai main gitar, dh tentu aku org 1st nek pentas dewan skolah aku nyanyi lagu ni kalu ada apa2 event...ngehehe...jom kita layan...

Sayu terpisah
Hikayat indah kini hanya tinggal sejarah
Berhembus angin rindu
Begitu nyamannya terhidu wangian kasihmu
(*)
Hujan lebat mencurah kini
Bagaikan tiada henti
Kaulah laguku kau irama terindah
Tak lagi kudengari
Kau pergi.. pergi..
Sepi tanpa kata
Terdiam dan kaku tak daya kau kulupa
Apa pun kata mereka
Biarkan kenangan berbunga di ranting usia

Pepisahan Ini - 1st Edition

Di sini bermulanya pertemuan yang terakhir
Kehilangan amat terasa di hati
Mungkinkah ini yang tertulis di tangan takdir
Ku terima perpisahan ini
Dulu kita satu jiwa satu impian
Susah dan senang kita bersama
Namun itu semua hanya sementara
Hanya lagu yang menjadi ingatan
Hanya lagu yang menjadi kenangan
Seandainya masa itu kembali semula
Ingin ku memiliki lebih dari itu
Mungkinkah ini yang tertulis di tangan takdir
Ku terima perpisahan ini
Perpisahan yang tak ku duga telah terjadi
Dirimu pergi biar ku sendiri
Dulu kita satu jiwa satu impian
Susah dan senang kita bersama
Namun itu semua hanya sementara
Hanya lagu yang menjadi ingatan
Hanya lagu yang menjadi kenangan
Seandainya masa itu kembali semula
Ingin ku memiliki lebih dari itu 

Thursday, 24 November 2011

Aku Maafkan Kamu

Ada teratak di hujung kampung
Bawah cermin kopak ada kotak
Tersembunyi dalamnya ada tempurung
Sembunyi bawahnya katak melalak
Atur sepuluh daktil batal yang batil
Detik dua usul ditutup satu lagi tampil
Dari halaman rusuk kiri satu susuk ganjil
Minta diisolasi dari dalil busuk jahil
Aspirasi tak serasi dengan suara bunyi
Inkarserasi dari penghuni dan keluarga bumi
Surat wasiatnya atas paksi dalam rumi
Minta dikebumikan hidup-hidup dalam guni
Mana cepat terbang atau warna gelang tangan
Buah fikiran aneh tergantung di persimpangan
Halusinasi susuli ketandusan ihsan
Ubat parut auditori kesan artileri insan gagal dikesan
Aku maafkan kamu, tak perlu kita bertemu
Cukup kau tahu yang aku maafkan kamu
Tolong teruskan hidup
Jangan sebut namaku
Timbul tenggelam, timbul tenggelam
Acapkali terpendam, acapkali tersergam
Cermin muka kopak penuh bintik hitam silam
Ini bukan lagu rindu ini madah dendam
Ku timbang tanpa neraca di awal usia
Ku dihukum masuk neraka oleh manusia
Minta tunjuk lubang atau pintu tak dapat jawapan jitu
Jadi aku tak berganjak biarkan saja begitu
Maafkan mereka, mereka tidak tahu
Mereka tidak ramas buku, mereka segan ilmu
Mereka tidak fasih malah fasik guna kata
Kita kongsi nama bangsa tapi tidak kasta bahasa
Maafkan mereka, mereka tiada nilai
Ibu bapa lalai dari kecil dah diabai
Tanpa kasih sayang, mereka suka menyakiti
Kita kongsi warna mata tapi tidak warna hati
Atas kepala murai sekawan
Mari ku ramit kucup lehernya
Terlalu rahi dendam di angan
Sampai terkacip mulut mahirnya
Aku maafkan kamu, tak perlu kita bertemu
Cukup kau tahu yang aku maafkan kamu
Tolong teruskan hidup
Jangan sebut namaku
Jangan ahli sihir seru nama maharaja
Nanti segerombolan hantu bisu yang menjelma
Guna hak berfikir sebelum hak untuk bersuara
Kalau terpelajar sila guna hak miranda
Pura-pura dengar, telan tapi tidak hadam
Hafaz bila lafaz tapi mereka tidak faham
Mereka mula kiri, aku kanan bila baca
Sudah mahir rumi, mari tafsir alif ba ta
(Alif)
Ada teratak di hujung kampung
(Ba)
Bawah cermin kopak ada kotak
(Ta)
Tersembunyi dalamnya ada tempurung
Sembunyi bawahnya katak melalak
Ada teratak di hujung kampung
Bawah cermin kopak ada kotak
Tersembunyi dalamnya ada tempurung
Sembunyi bawahnya katak melalak
Aku maafkan kamu, tak perlu kita bertemu
Cukup kau tahu yang aku maafkan kamu
Tolong teruskan hidup
Jangan sebut namaku
Ada teratak di hujung kampung
Bawah cermin kopak ada kotak
Tersembunyi dalamnya ada tempurung
Sembunyi bawahnya katak melalak
Ternyata kamu lebih suci dari apa yang kubayangkan

Wednesday, 23 November 2011

Ombak Rindu

Tuhan tolong lembutkan hati dia
Untuk terimaku seadanya
Kerna ku tak sanggup, kerna ku tak mampu
Hidup tanpa dia di sisiku
Tuhan aku tahu banyak dosaku
Hanya ingat kamu kala dukaku
Namun hanya kamu yang mampu membuka
Pintu hatinya untuk cintaku
Malam kau bawalah rinduku
Untuk dirinya yang jauh dari ku
Agar dia tidak kesepian
Selalu rasa ada cinta agung
Hujan bawa air mataku
Yang mengalir membasuh lukaku
Agar dia tahu ku terseksa
Tanpa cinta dia di hatiku
Hanya mampu berserah
Moga cahaya tiba nanti
Tuhan tolong lembutkan hati dia
Untuk terimaku seadanya
Kerna ku tak sanggup, kerna ku tak mampu
Hidup tanpa dia di sisiku


Ceria

Pertemuan yang tak terduga
Tak terucap dengan kata-kata
Bila
ku cuba mendekatinya
Boleh tahan juga..
Hari pertama memang indahku rasa
Apa yg buat ku mula tertarik kepadanya
Menyintaimu buat .. matanya
Mula ku rasakan getaran-getarannya di jiwa
Bermulanya hidup yang ceria
Dia mengajakku erti cinta
Walau terpaksa ku memulakannya
Kau nak tahu kenapa, mungkin ku gila dia
Hari pertama memang indahku rasa (itu yang ku harapkan)
Apa yg buat ku tertarik padanya (oh yeah)
Mungkin itu dari renungan matanya (oh oh yeah)
Mula ku rasa getaran di jiwa
Hari ke dua ku rasa sungguh bahagia
Yang ini lagi ku tak tahu mengapa
Detik ini detik paling ku gelisah
Pasti ini jari manisku memandang
Setelah berhari bersama
Tak semua ku tahu tentangnya
Ku rasa bagai ada yang tak kena
Rupanya dah berpunya..
Ku setia menanti bagai pelangi
Dan aku kan tetap mewarnai kau
Bagai mentari yg menerangi
Dan memahami diriku ini
Ku setia di sini walau ku tahu
Sikapmu memang begitu
Dan aku mahu kau tahu kau tetap di hati
Dan aku kan sentiasa di sisimu
Hari pertama memang indahku rasa (itu yang ku harapkan)
Apa yg buat ku tertarik padanya (oh yeah)
Mungkin itu dari renungan matanya (oh oh yeah)
Mula ku rasa getaran di jiwa
Hari ke dua ku rasa sungguh bahagia
Yang ini lagi ku tak tahu mengapa
Detik ini detik paling ku gelisah
Pasti ini jari manisku memandang

Dia Untukku

Sejak bertemu engkau dan aku
Menusuk jantungku mula jiwaku
Merelakanku menjadi milikmu
Itu yang ku mahu
Itu yang ku mahu cintamu
Sinar mentari pasti
Menyinar hati yang sunyi
Biarlahku bermimpi
Terlena dibuai sepi
Dia yang aku cinta
Selama ini ku harapkan
Coba kau fahami
Tak akan dirimu dilukai
Dia yang aku cinta
Selama ini ku harapkan
Coba kau fahami
Tak akan dirimu dilukai
Sinar mentari pasti
Menyinar hati yang sunyi
Biarlahku bermimpi
Terlena dibuai sepi
Dia yang aku cinta
Selama ini ku harapkan
Coba kau fahami
Tak akan dirimu dilukai
Dia yang aku cinta
Selama ini ku harapkan
Coba kau fahami
Tak akan dirimu dilukai

Dan Bila Esok...

Di dalam hati selalu tersimpan
rasa yang takkan pernah bisa ku ungkapkan
kau diam tanpa kata
saatku ungkap semua rasa

Di saat ku ingin dekat denganmu
kau semakin jauh meninggalkanku
dan kau diam tanpa kata
saatku ucap semua rasa

Dan bila esok kita kan bertemu kembali
masihkah ada ruang di dalam hatimu
tuk cinta yang pernah kita miliki
tuk selama-lamanya

Dan bila esok kita kan bertemu kembali
masihkah ada waktu untuk mencinta dirimu
tuk bisa menjagai hati ini
tuk selama-lamanya

Mungkinkah esok kita kan bertemu kembali
masihkah ada ruang di dalam hatiku
untuk cinta yang pernah engkau miliki
untuk selama-lamanya

Dan bila esok kita kan bertemu kembali
masihkah ada ruang di dalam hatimu
untuk cinta yang pernah kita miliki
tuk selama-lamanya

Dan bila esok kita kan bertemu kembali
masihkah ada waktu untuk mencinta dirimu
untuk bisa menjagai hati ini
tuk selama-lamanya
Dan bila esok kita kan bertemu kembali
masihkah ada ruang di dalam hatimu

Untuk cinta yang pernah kita miliki tuk selama-lamanya

Mungkinkah Esok?

tatkala gerimis menyentuh pipi,
tatkala bayu menyapu lembut wajah,
tatkala ombak memukul pantai,
dan tatkala camar menari di kaki langit,
aku bagaikan nyiur melambai,
liuk lentuk ditiup angin senja,
resah dipukul badai gelora,
kalut diasak memori luka..

biar gerimis dengan titisannya,
biar bayu dengan derunya,
biar ombak dengan badainya,
dan biar camar dengan sayapnya,
aku masih di sini ...
terus diasak kenangan itu,
terus diburu rentak semalam,
terus resah menanti sinar...

kan terbukakah pintu damai,
kan terungkapkah manis bicara,
aku tetap disini...
terus menanti..
terus menanti memori itu,
pergi jauh  dari lubuk hati,
agar ku bisa berdiri..
menggapai destinasi...